Sumpur– Senin, (16/06) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar, Bapak H. Hendri Pani Dias, S.Ag., MA., secara resmi membuka kegiatan Lokakarya Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN 4 Tanah Datar yang dilaksanakan ruang serba guna MAN 4 Tanah Datar. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai upaya meningkatkan kompetensi profesional serta memperkuat kualitas layanan pendidikan di madrasah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala MAN 4 Tanah Datar, Ketua Komite Madrasah Aprizal, A.Md., para wakil kepala madrasah, guru dan tenaga kependidikan, serta tamu undangan lainnya. Lokakarya ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Zuhendri, M.Pd. dan Dr. Rika Maria, MA.
Ketua pelaksana kegiatan, H. Mahdawina, S.Ag., dalam laporannya menyampaikan bahwa lokakarya ini merupakan bagian dari program pengembangan kompetensi GTK MAN 4 Tanah Datar yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat budaya kerja profesional, serta mendukung implementasi kebijakan pendidikan yang berorientasi pada mutu.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi guru dan tenaga kependidikan untuk terus belajar, memperbarui wawasan, serta meningkatkan kemampuan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Kami berharap melalui lokakarya ini akan lahir berbagai inovasi dan strategi pembelajaran yang mampu menjawab tantangan pendidikan saat ini,” ungkap H. Mahdawina.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar yang berkenan hadir dan membuka kegiatan secara resmi, serta kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Sementara itu, Kepala MAN 4 Tanah Datar Bapak Ardoni Ernanda, M.Ag. dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada di madrasah. Menurutnya, guru dan tenaga kependidikan merupakan ujung tombak dalam mewujudkan madrasah yang unggul, berprestasi, dan berkarakter.
“Lokakarya ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat kompetensi, memperkaya wawasan, serta menyatukan persepsi dalam menjalankan tugas pendidikan. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujarnya.
Kepala madrasah juga menegaskan komitmen MAN 4 Tanah Datar untuk terus melakukan berbagai inovasi dan pembenahan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan serta memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik dan masyarakat.
Pada sesi materi pertama, Bapak Zuhendri, M.Pd. menyampaikan materi tentang Supervisi Pendidikan. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa supervisi pendidikan merupakan proses pembinaan yang dilakukan secara terencana untuk membantu guru meningkatkan kualitas pembelajaran. Supervisi tidak lagi dipandang sebagai kegiatan mencari kesalahan, melainkan sebagai upaya pendampingan profesional yang bertujuan membantu guru berkembang dan memperbaiki praktik pembelajaran di kelas.
Beliau menekankan pentingnya supervisi yang bersifat kolaboratif, humanis, dan berkelanjutan sehingga mampu menciptakan budaya refleksi serta perbaikan mutu secara terus-menerus. Melalui supervisi yang efektif, guru dapat memperoleh masukan konstruktif untuk meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
Selanjutnya, sesi kedua diisi oleh Ibu Dr. Rika Maria, MA. yang membahas tentang Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan nilai-nilai kasih sayang, penghormatan terhadap sesama, toleransi, dan kemanusiaan sebagai fondasi dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga harus mampu membentuk karakter peserta didik yang memiliki empati, kepedulian sosial, serta sikap moderat dalam kehidupan bermasyarakat. Guru diharapkan menjadi teladan yang mampu menghadirkan suasana belajar yang nyaman, menyenangkan, dan penuh penghargaan terhadap keberagaman.
Puncak kegiatan ditandai dengan pembukaan resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar, Bapak H. Hendri Pani Dias, S.Ag., MA. Dalam arahannya, H. Hendri Pani Dias menegaskan bahwa peningkatan mutu madrasah tidak cukup hanya dengan memperbaiki berbagai dokumen administrasi.
“Kalau hanya mengubah dokumen-dokumen, kita tidak akan mampu mengubah hasil. Yang harus berubah adalah proses, budaya kerja, cara melayani, dan praktik pembelajaran yang berdampak langsung kepada peserta didik,” tegasnya di hadapan seluruh GTK MAN 4 Tanah Datar. Beliau juga memberikan motivasi kepada para pendidik untuk terus belajar dan menjaga konsistensi dalam menjalankan tugas. Menurutnya, konsistensi merupakan kunci keberhasilan yang sering kali mengalahkan keunggulan ilmu pengetahuan semata. “Orang yang berilmu bisa dikalahkan oleh orang yang konsisten. Karena itu, teruslah belajar, berproses, dan istiqamah dalam menjalankan amanah sebagai pendidik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bapak H. Hendri Pani Dias mengingatkan pentingnya penguatan kemampuan komunikasi, kepekaan rasa (feeling), dan kemampuan berpikir (thinking) dalam melaksanakan tugas sebagai guru dan tenaga kependidikan. Ketiga aspek tersebut dinilai sangat penting dalam membangun hubungan yang baik dengan peserta didik, sesama pendidik, maupun masyarakat.
Pada bidang kurikulum, beliau menekankan agar penyusunan Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) tidak hanya berfokus pada target akademik, tetapi harus terintegrasi dengan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Dengan demikian, proses pembelajaran mampu melahirkan peserta didik yang cerdas, berkarakter, dan memiliki akhlak mulia.
Beliau menegaskan bahwa kualitas madrasah sangat ditentukan oleh kualitas guru dan tenaga kependidikan yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, setiap GTK harus memiliki semangat belajar sepanjang hayat, terbuka terhadap perubahan, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.
“Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pendidik, pembimbing, sekaligus teladan bagi peserta didik. Karena itu, peningkatan kompetensi harus menjadi kebutuhan dan budaya kerja bagi seluruh GTK. Saya mengapresiasi MAN 4 Tanah Datar yang terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusianya melalui kegiatan seperti ini,” ujar beliau.
Lebih lanjut, Kakankemenag menekankan pentingnya implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam seluruh aktivitas pendidikan di madrasah. Menurutnya, pendidikan yang dilandasi nilai-nilai cinta, kasih sayang, dan penghormatan terhadap sesama akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Beliau juga mengingatkan pentingnya supervisi pendidikan sebagai instrumen penguatan mutu yang harus dilaksanakan secara profesional dan berkesinambungan. Dengan supervisi yang baik, guru akan terus berkembang sehingga kualitas pembelajaran di madrasah semakin meningkat.
Menutup sambutannya, Bapak H. Hendri Pani Dias mengajak seluruh GTK untuk memperkuat integrasi antara sains dan agama dalam setiap proses pembelajaran. Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai spiritual agar peserta didik tidak kehilangan ruh dan jati dirinya.
“Integrasikan sains dengan agama. Jangan sampai kita kaya ilmu pengetahuan, tetapi miskin ruh dan spiritualitas. Madrasah harus mampu melahirkan generasi yang unggul dalam sains sekaligus kuat dalam iman dan akhlak,” pesannya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti setiap sesi, berdiskusi, serta berbagi pengalaman terkait praktik pendidikan di madrasah. Diharapkan hasil dari lokakarya ini dapat menjadi bekal bagi seluruh GTK MAN 4 Tanah Datar dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan mewujudkan madrasah yang unggul, berprestasi, serta berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Kementerian Agama. (RP)



