Sumpur – Jumat (31/7) Setelah menyelesaikan rangkaian Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Empat Tahunan, Kepala MAN 4 Tanah Datar, Ardoni Ernanda, M.Ag, menghadiri Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Provinsi Sumatera Barat yang berlangsung di MAN 1 Plus Keterampilan Payakumbuh pada 29–30 Juli 2026.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Kakanwil yang diwakili Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Tan Gusli, S.Fhil.I., M.AP., M.A., Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, S.K.M., M.P.P.M., Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh Dr. H. Hendri Yazid, S.Pd.I., M.M., serta seluruh Kepala Madrasah Aliyah se-Sumatera Barat.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antarkepala madrasah guna menyukseskan berbagai program strategis Kementerian Agama, khususnya transformasi pendidikan madrasah yang unggul, adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.
Dalam kesempatan tersebut, Ardoni Ernanda, M.Ag menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam Rakor KKMA merupakan bentuk komitmen MAN 4 Tanah Datar untuk terus mendukung kebijakan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Bidang Pendidikan Madrasah, serta Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan madrasah.
“Alhamdulillah, setelah menyelesaikan PKKM Empat Tahunan, kami mendapatkan penguatan kembali melalui Rakor KKMA Sumbar. Forum ini menjadi wadah berbagi pengalaman, memperkuat kolaborasi, dan menyatukan langkah dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang semakin berkualitas. Kami siap mendukung seluruh program Kanwil Kemenag Sumbar, Bidang Penmad, dan Kemenag Tanah Datar demi kemajuan madrasah,” ujar Ardoni.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, MAN 4 Tanah Datar terus mengembangkan berbagai program unggulan yang sejalan dengan arah kebijakan transformasi pendidikan Kementerian Agama. Salah satunya adalah Program Madrasah Bilingual, yang membekali peserta didik dengan kemampuan berbahasa asing sebagai bekal menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan budaya lokal.
Madrasah juga mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) melalui penguatan Panca Cinta, yaitu Cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, Cinta Ilmu Pengetahuan, Cinta Diri dan Sesama Manusia, Cinta Lingkungan, serta Cinta Tanah Air. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membentuk karakter peserta didik yang religius, berintegritas, moderat, peduli terhadap sesama, dan memiliki semangat kebangsaan.
Di sisi lain, MAN 4 Tanah Datar terus memperkuat Gerakan Madrasah Ramah Anak dan Anti Bullying sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan. Seluruh warga madrasah diajak untuk membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, menumbuhkan empati, serta menolak segala bentuk perundungan, kekerasan, diskriminasi, maupun tindakan yang dapat merusak karakter peserta didik.
Berbagai program tersebut dipadukan dengan implementasi visi MODISH (Moderat, Optimis, Disiplin, Integritas, Spiritualitas, dan Humanis) berbasis Cinta yang menjadi identitas MAN 4 Tanah Datar dalam melahirkan generasi yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, serta siap menghadapi tantangan era global.
Melalui keikutsertaan dalam Rakor KKMA Sumatera Barat ini, MAN 4 Tanah Datar semakin meneguhkan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat tata kelola madrasah, mengembangkan inovasi pembelajaran, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak guna mewujudkan Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia.
Semangat kebersamaan yang terbangun dalam Rakor KKMA Sumbar diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh Kepala Madrasah Aliyah untuk terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing, sehingga madrasah semakin dipercaya masyarakat sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul dalam mencetak generasi emas Indonesia. (Humas)

